As i am, talking about love is talking about something eternal. The aspect may change but not the essence. It's always be there. We say "i love you" now and love you for the first we met, what do you think the differences? The aspect, isn't it. But what about the essence? It's always be there, same old same old. When we say i love bla bla bla, it's really have a simple meaning that we put our heart and soul into 'it', and have lost our mind in the process of 'it'. Love is care, good. Love is gentle, must be. Love is blind, many times. Love is courage, sometimes. But love, yes is courage. Hmmmm, what would life be if we had no courage to attempt anything? This is our homework. Have a very long weekend everyone. Enjoy this weekend with your love one. Share the love to the world.... :)
18 April 2014
L.O.V.E
13 April 2014
THE SENSE OF THE MIND
Kalau kata orang Belanda nih ya "Kortom, je moet een boek niet op zijn uiterlijk beoordelen". Yang artinya tuh "In short, you shouldn't judge a book by its cover". Nah orang melayu cakap: "Oiiii pakcik jage mulut hang tuh kalau cakap salah-salah kene lesing nanti". Kalo saya nih selalu bilang: "Belajarlah menghargai orang lain bukan dengan status sosialnya tapi karena memang sudah selayaknya manusia itu saling menghargai satu sama lainnya".
Memangnya kita punya apa sih yang bisa dibangga-banggain: Kedudukan? Posisi? Jabatan? Uang? Rumah mewah? Kapal pesiar? Bisnis oke? Lalu, pantas gitu berbangga dengan semua itu. Oalaaaa itu kan sifatnya sementara. Itu titipan. Kalo yang nitip datang mau ngambil kapan aja, kita bisa buat apaaaa coba. Yang namanya hidup harus disyukuri, bukan jadi ajang pamer-pameran segala macam yang mampu kita raih. Buat saya hidup itu bukan melulu masalah harta & uang atau posisi & kekuasaan. Uang ada karena dicari bukan. Begitu kita berhenti mencari dia pun tidak akan tiba-tiba mengalir dari langit kayak air hujan, betul? Uang yang ada di rekening kita contohnya, bukankah terlebih dulu merasakan pontang-panting melakukan sesuatu baru ada disana & menambah saldo. Usaha bukan, berdarah-darah bukan? Lalu kenapa buat beberapa orang itu malah menjadi sesuatu yang beda. Bedakan manusia karena status sosialnya sama saja dengan membedakan manusia dari berapa banyak saldo yang mereka miliki di bank.
"Kamu, ya kamu, yang dengan angkuhnya menyebutkan bahwa pekerjaan yang kamu lakukan saat ini adalah yang terbaik sehingga dengan entengnya merendahkan pekerjaan lainnya. Orang lainnya dianggap sedang melakukan pekerjaan gampangan. Hanya pekerjaan yang kamu lakukanlah yang paling cocok disebut sebagai bekerja. Kemudian dengan lantangnya mengkategorikan pekerjaan para pelayan restoran adalah pekerjaan rendahan. Pekerjaan tukang sapu jalanan adalah pekerjaan yang jauh dari prestige. Kamu pikir pekerjaan itu tidak membutuhkan keahlian hanya butuh orang-orang yang terdesak tuntutan ekonomi. Kamu pikir menjadi pelayan restoran, tukang sapu jalanan, tukang cuci piring di restoran hanya butuh lulusan SD bukan para diploma & sarjana. Well, salah besar jika kamu & sebagian besar dari kita berpikir seperti itu".
"Menurutmu hanya dirimu yang memiliki pekerjaan terhormat & orang lainnya pantas diinjak-injak karena mengerjakan pekerjaan rendahan. Pantas diperlakukan dengan seenak jidatmu itu tanpa berpikir menyakiti hati orang lain. Kamu pikir orang lain bekerja demi sesuap nasi sementara kamu bekerja demi segenggam berlian. Kamu pikir kamu sempurna & orang lain penuh dengan kekurangan disana sini. Kamu pikir hanya kamu yang bisa menghasilkan pekerjaan terbaik sementara orang lain tidak pernah menghasilkan apapun. Gampang, terlalu gampang meremehkan orang lain. Tidak perlu diberikan penghargaan atau menggangap orang lain tidak berharga sehingga layak diperlakukan seenaknya".
Sekalipun dengan status tukang sapu jalanan buat saya pekerjaan adalah pekerjaan. Besar kecilnya pekerjaan tergantung bagaiamana cara kita melihatnya. Semua pekerjaan selama dilakukan dengan berusaha & tidak menyakiti, melukai orang lain adalah pekerjaan baik. Semua pekerjaan butuh usaha. Orang yang mau berusaha & berjuang pasti tidak akan terus ada ditempat yang sama. Banyak sekali cerita sukses para pengusaha yang diawali dari tempat cuci piring. Banyakali keberhasilan seorang pekerja keras diawali dari mengeruk tong sampah. Cara kita mengkotak-kotakkan pekerjaanlah yang pada akhirnya menciptakan jurang antara si anu & si itu. Dia bekerja sebagai manager atau tukang cuci pada dasarnya adalah sama. Sama-sama bekerja. Bedanya? Bidang pekerjaan yang mereka lakukan. Apa yang menjadi tanggung jawab & jobdesnya itulah yang membedakan.
Sadarkah kamu dengan apa yang kamu lakukan. Bahkan Tuhan sekalipun menciptakan mereka dengan tanganNya sendiri. Menghembuskan nafasNya. Sebegitu istimewanya setiap manusia dimata Tuhan. Sehingga Dia sendiri yang mengatur malaikat mana yang layak untuk mendampingi & menjaga mereka. Sadarkah kamu betapa berartinya manusia sehingga Tuhan menciptakannya pada hari ke-7 sebagai lambang dari kesempurnaan. Sadarkah kamu bahwa setiap manusia tidak akan menjalani hidup yang sama terus menerus. tahukah kamu bahwa hidup memiliki jalan ceritanya masing-masing yang tidak bisa diprediksi akan jadi apa nantinya. Sadarkah kamu bahwa di dunia ini semuanya berjalan tidak pasti, selalu memilk lawan. Ada hujan ada terik. Ada matahari maka bulan diciptakan sebagai pasangannya. Ada terang maka gelap akan setia mendampingi. Tahukah kamu, ahhhh saya kira tidak. Kepala kamu terlalu kecil untuk memahami semua ini. Orang yang menyebut dirinya bermoral, berakhlak, bermartabat & intelek ternyata orang yang selalu myumpah serapahkan kata-kata tidak pantas pada orang lain.
Entah yang lainnya. Namun dimata saya hidup perlu disyukuri. Hidup ini hanya sementara. Semua yang kita miliki saat ini berstatus pinjaman. Jika si 'Pemilik' meminta kembali memang harus dikembalikan. Hidup yang kita jalani saat ini bukan milik kita seutuhnya. Kita hanya diserahi tanggungjawab untuk menjalaninya sebaik-baiknya sesuai dengan aturan si Empunya hidup. Terserah saja bagaiamana menjalani hidup yang kita miliki saat ini. Namun saya akan memilih untuk menjalaninya bersama-sama dengan yang lainnya. Saya menganggap hidup berdampingan itu perlu untuk itu dibutuhkan rasa toleransi & saling menghormati yang cukup fleksibel. Hiduplah berdampingan saling menghargai yang lainnya. Belum tentu apa yang kita kira benar, akan jadi benar juga pada yang lainnya. Belum tentu apa yang kita anggap baik, juga baik buat yang lainnya. Belum tentu pikiran yang kita punya selalu cocok untuk yang lainnya. Jangan menganggap bahwa kita selalu menghasilkan yang terbaik sementara orang lain gak tahu apa-apa sama sekali. Hidup cuma satu kali maka hidupilah dengan rasa syukur, dengan tetap mengingat bahwa di atas langit masih ada langit yang senantiasa mengawasi & menilai kita.
Selamat menikmati hidup hari ini, teman :)
Photo taken from: http://www.thaivisa.com/forum/topic/714254-thailand-ranks-2nd-in-asean-for-the-best-quality-of-life/
30 March 2014
KETIKA RASA ITU DATANG
Ketika rasa itu datang kembali, saya hanya bisa berdiam diri. Tidak ada yang bisa dilakukan selain berdiam diri saat ini sambil menaikan satu kalimat sederhana "Jika memang sudah waktunya silahkan saja". Permintaan saya hanya satu, kekuatan dua kali lipat untuk melewatinya.
Kapan itu? Entahlah saya pun tidak bisa memastikan. Tapi rasa itu begitu dekat, sedekat airmata yang siap tumpah. Saya akan selalu bersyukur dengan semua yang ada. Pengalaman demi pengalaman membuat saya benar-benar lebih mengenalNya. Saya yakin, dengan sangat pasti, semua inilah yang terbaik.
Picture Taken From: http://www.wallpapershares.com/praying-hands-free-download-wallpapers-for-desktop/#.UzgsKT-SySo
29 March 2014
SESEDERHANA INILAH
Kalau buat saya sih sederhana saja: gak perlu pusing dengan apa kata orang tentang diri kita, apa pendapat orang tentang kita, apa penilaian orang tentang kita. Yang paling penting adalah bagaimana kita melihat, menerima dan memperlakukan diri kita sendiri. Jadikan penilaian orang lain sebagai masukan saja bukan sebagai tolak ukur perubahaan. Jika ingin berubah, berubahlah untuk kebaikan kita bukan karena 'paksaan' orang lain. Jika ingin melakukan sesuatu lakukanlah dengan tulus bukan demi pencitraan atau apapunlah itu sebutannya. Nikmatilah hidup yang hanya sekali ini dengan menjadi diri sendiri.
Saya belajar satu hal bahwa sebenarnya setiap hari kita dapat memilih apakah kita akan menikmati hidup atau membencinya. Hal yang benar-benar milik kita yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidup kita, sehingga jika kita bisa mengendalikannya, rasanya segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah. Berpikir positif lebih baik daripada terus menerus mengeluh & menudingkan jari pada orang lain.
Jika kita tidak pernah merasa puas & cukup dengan hidup kita sendiri, kita juga tidak akan pernah bersyukur dengan pekerjaan yang kita miliki saat ini. Belajarlah untuk bersyukur dengan apa yang ada saat ini. Tuhan itu tidak akan berpihak pada orang yang tidak memiliki ketetapan hati & integritas. Dan integritas akan teruji seiring waktu. Belajarlah setia mengelola berkat yang ada sekarang, yang lainnya akan ditambahkan pada kita. Karena selalu ada waktunya untuk setiap hal di dunia ini. Yappppp, demikianlah kuliah malam ini hehehehehehe *Serius bener bacanya yak*. Selamat malam minggu. Selamat menikmati liburan panjang.
Picture taken here: http://www.high-resolution-wallpapers.com/best-cute-smile-wallpaper-271866
27 March 2014
TERBAIK UNTUKMU
Ketika isi kepala saya penuh dengan sampah yang sudah sangat membeludak, seringkali dalam hening saya hanya duduk disampingnya. Tidak berkata apa-apa. Hanya duduk berdiam diri, kadang sambil memegang tangannya. Dia selalu mengerti dan berkata "Semua pasti berlalu, kamu tahu apa yang seharusnya kamu lakukan". Kalimat itu membuat semua sampah itu lepas dari kepala saya. Kalimat sederhana itu bagaikan heroin yang mampu menenangkan isi hati saya. Dia adalah orang yang sangat mengerti saya. Dia paham siapa saya. Senyumnya mampu membuat saya berjanji kepada diri sendiri akan selalu membahagiakannya.
Dia tahu makanan kesukaan saya. Dia tahu betul apa yang tidak saya sukai. Dia paham suasana hati saya. Dia hafal warna kesukaan saya. Dia yang akan memperhatikan semua barang-barang yang saya gunakan. Dia mengenal saya lebih dari saya mengenal diri saya sendiri. Dia selalu merasakan sakit yang sama jika saya sakit. Dia rela pergi sejauh apapun demi membelikan vitamin buat saya. Dialah orang pertama yang akan saya cari bila hidup terasa tidak adil.
Terima kasih telah membuat saya bangga & bahagia memilikimu. Terima kasih untuk selalu memberikan yang terbaik buat saya. Terima kasih. Terima kasih.
Terima kasih telah membuat saya bangga & bahagia memilikimu. Terima kasih untuk selalu memberikan yang terbaik buat saya. Terima kasih. Terima kasih.
21 March 2014
WEDDING PROPOSAL *Tsahh*
Eng ing eng dia datang dalam hidup saya dengan membawa semua keflamboyanannya. Gak ada hujan gak ada badai tiba-tiba berdiri didepan saya sambil memandang dengan tatapan aneh. Bingung sih awalnya. Sempat bertanya-tanya juga maksud & tujuannya untuk ketemu saya adalahhhhhh, entahlah. Well, selesai bincang-bincang dengan seseorang, terus saja saya mengalihkan pandangan padanya. Saya langsung menatap matanya jek, tepat dimatanya -sambil ngomong dalam hati: "tatap mata saya"- hehehehehe. Dengan sopan pastinya saya mengajaknya untuk duduk dimeja ujung, maksudnya biar ngobrolnya lebih nyaman. Dan ternyata saya salah sodara-sodara, kenyamanan tempat duduk & corner itu membuatnya semakin menjadi-jadi mengarahkan pandangannya tepat pada saya. Ehhhh pembaca, risih lagi diliatin sampai sebegitunya. Ya sutralah ya mau bagaimana lagi, terima nasib sajahhhh.
Ngobrol lah ceritanya ini yak, ternyata dia cuma ingin kenalan. Kirain ada yang mo dicurhatin pak. Iya udah bingung aja biasanya kalau datangnya model-model dan gaya-gaya begini nih ujung-ujungnya mau curhat. Bukan sekali duakali jek, udah keseringan didatangin customer dengan muka model begini buat curhat. Kayaknya saya perlu cek deh jangan-jangan dijidat ada tulisan "Terima Curhat Pelanggan yak" *pusing_pusing*. Well, ngobrol lah kita, kemana-mana pulak lah ngobrolnya. Akhirnya sampailah pada topik intinya yang adalah 'lamaran'. Reaksi saya, kaget lah pasti. Lah, kok ya jadi ngelamar, ini pegimana yak jalan ceritanya tau-tau bisa sampai ke lamaran. Kaget, bingung, lalu tahan nafas, sambil tangan kanan jalan pelan-pelan ke tangan kiri, cubit sedikit. Wekkkk sakit ternyata. Hmmmm beneran lho ini, manusia yang didepan saya, ini lho yang duduk persis didepan saya sedang ngelamar. Huaaaaaa bagaimana ini. Saya kan gak kenal situ lahhhh kok ya situ bisa mengajukan proposal lamaran begini.
Mata saya terus aja mandang manusia super pede ini. Well, laki sih ya bo, pede mah kudu. Super pede pun halal aja hukumnya. Nah, yang perempuannya yang bengong bego gak tahu harus ngapain. Sudah selesai ritual lamarannya dia baliklah ketempat duduknya bergabung dengan teman-temannya. Saya masuk lah ke ruangan berharap kejadian barusan itu cuma bagian dari skenario orang iseng. Ya iyalah apa yang kamu harapkan jika tiba-tiba ada orang yang mendatangimu & membawa kalimat yang seharusnya di jawab "I Do". Lupakan, yap mari kita lupakan keisengannya dan melanjutkan hidup, begitu pikir saya. Pulang kantor biasanya saya langsung pulang kerumah, mandi, nonton tv sebentar & tidur. Rutin seperti itu biasanya. Lagi asik-asik baring ditempat tidur sambil menikmati siaran televisi tiba-tiba hape saya berteriak minta diangkat. Mengambil hape lalu kening saya mulai berkerut melihat sederetan no yang muncul disana. Siapa?
Begitu mendengar suaranya jantung saya rasanya mo lepas. Lahhhhh manusia ini tahu dari mana no hape saya. Uaaaaaa bakal merusak keindahan hari-hari saya nih orang kalo sampai tahu no hape segala. Pertanyaan pertama yang keluar dari mulut saya seperti biasa "Kamu tahu no hape saya darimana?". "Name cardmu". Jedinggggg uaaaaaaa kali ini saya benar-benar menyalahkan teknologi *hehehehehe*... Ya sutralah ya terima nasib saja. Ngobrol entah kemana-mana, lalu dia kembali mengajukan proposal nikah. Kali ini saya meresponinya dengan lebih biasa, okelah dengan sedikit lebih tenang dari sebelumnya. Lalu mulai menawarkan pertemanan dengannya. Mau diterima silahkan, ditolak juga gak masalah juga sih. Hasilnya? Ditolak mentah-mentah. "Saya maunya jadi suamimu, bukan berteman denganmu". Lahhhhh pak ini pan penawaran saya, kalau situ menolak gak apa juga kale.
Yap sodara-sodara ditolak mentah-mentah penawaran saya. Pembicaraan di hape pun terputus dengan penolakannya. Saya tidur, dia entah ngapain. Saya pikir selesai sudah penderitaan saya. Mari kita nikmati tidur saja. Besok pagi-pagi sekali saya dibangunkan dengan teriakan hape. Dengan nyawa masih setengah saya beranjak mengambil hape, meletakkannya ditelinga tanpa melihat dari siapa & jam berapa ini sekarang. Sapaan "halo" saya disambut dengan suara yang membuat saya reflek membuka mata lebar-lebar. Dia, manusia itu kembali menelepon saya. Kiamat, kiamat ini namanya. saya kira tadi malam sudah selesai ternyata ada episode sambungannya toh. Uaaaaaa. Mau bagaimana lagi, meladeninya bicara di hape. Well, lebih tepatnya mendengarkannya 'update' status kegiatan seminggunya. Saya cuma diam & iya2 saja. Lah lantas mo ngomong apa. Ngobrol ngarul ngidul kembali. Saya hanya menyediakan telinga sebagai pendengar yang baik. Yaaaa itung-itung belajar sabar dengerin cerita orang lah ya.
Semakin kesini obrolan sudah lebih terarah. Lebih tepatnya saya yang berjuang keras mengarahkannya yang selalu melenceng kemana-mana. Mencoba untuk menikmati ngobrol dengan orang yang baru saya kenal. Walau bagaimanapun saya menghargai perasaannya. Lepas dari itu benar atau hanya gombal. Yang paling penting buat saya semua orang berhak mengungkapkan perasaannya, apa yang dirasakan, apa yang dipikirkan. Sama seperti kita yang berhak memilih, entah itu menerima atau menolak. Entah itu berkata tidak atau mengiyakan. Saya tetap menawarkan pertemanan padanya meskipun berkali-kali dia menolaknya. Saya menghargai keberaniannya. Saya menghargai waktu yang dia habiskan untuk hanya sekedar menanyakan kabar saya. Saya juga menghargai semua pujian-pujiannya. Tapi semua itu hanya sebatas itu
"Jadi menikahlah dengan saya, kamu akan bahagia dengan saya".... Terserah saja mau bicara apa. Kalau saya untuk saat ini cuma bisa bilang "gak deh".... Ya iyalah gak masa iya sih. Saya gak kenal manusia itu, ketemu juga baru. Dia anak siapa, keturunan siapa, kerja dimana, rumahnya dimana aja saya gak tahu. Masa mo jawab iya sih *geleng_geleng_kepala*....
Menikah kan gak semudah membalikkan telapak tangan. Menikah kan bukan main rumah-rumahan ntar kalo bosen tinggal berhenti. Menikah juga bukan cuma untuk setahun dua. Menikah itu harus dipikirkan bukan. Harus melewati masa-masa yang tidak mudah. Menikah kan bukan untuk sementara lalu pisah dikemudian hari dengan alasan "sudah tidak ada kecocokan lagi". Sama aja pasangan yang mau dinikahi pun harus melewati badan sensor yang cukup akurat. Rumah tangga mana bisa dibangun cuma dari rasa suka & cinta aja. Emang kalo kehabisan uang bisa beli beras, minyak goreng, gula, garam, dll diwarung cuma dengan cinta. Buehhhhh mana bisa begitu jek. Yaaaa dipikirkan dululah ya. Walaupun hati kita sangat-sangat yakin dengan perasaan yang mengatakan "Ini dia orang yang saya cari selama ini" tapi tetep bo logika pun harus jalan. Perhatian perhatian logika harus jalan lho ya bukan jalan ditempat. Nah emang ntar bisa beli nasi bungkus di restoran padang cuma pake cinta. Gak bisa kan. Lalu kenapa harus kedebak-kedebuk waktu memutuskan untuk menikah.
Seringkali nih hanya cuma malu dibilang gak laku terus memutuskan menikah dengan orang yang tidak tepat. Hanya karena takut kejar-kejaran dengan umur lantas memilih siapa aja yang ada didepan mata. Terserah sih, itu hak asasi. Hanya kalau saya lebih memilih untuk selektif. Terserah orang mau bilang apa kek. Toh yang ngejalanin hidup pernikahan nantinya kita toh. Lantas jika menikah karena omongan kanan kiri terus berantem, beda pendapat apalagi beda prinsip yang gak bisa ditoleransi lalu memutuskan untuk cerai, siapa yang bertanggung jawab coba. Menikahlah karena memang kita telah menemukan pilihan yang tepat. Menikahlah karena memang waktunya telah tiba. Menikahlah karena memang pilihan kita benar-benar yang surga sediakan untuk menghabiskan sisa waktu bersama. Menikahlah karena memang dorongan & kesiapan itu muncul dari diri sendiri. Menikahlah karena memang kita menjadi sempurna dengan pilihan itu. Menikahlah jika memang kita telah siap secara mental & fisik sehingga apapun kerikil atau badai yang nantinya bersimpangan jalan dengan pernikahan itu akan membuat kita mampu bergandengan tangan, memberikan dukungan untuk tetap tegar. Menikahlah jika hati kecilmu meyakinkan pilihan inilah yang terbaik. Yang terbaik akan selalu tersedia & datang tepat pada waktunya.
Terima kasih telah menjadi yang terbaik buat saya selama 9 tahun ini. Kamu tahu kamulah pilihan hati & hidup saya :)
19 March 2014
DAUGHTER'S HEART
Some pending. The rest canceled. I will doing anything for the one & only mother i have. People said sacrifice but i say this is it, i'm just doing all this things for your pure & everlasting love. Mom, everything will be going to fine, i'll always be here for life. I'm so blessed that you are my mom. Thank you for being a very good mother always. Having you as my mom is a precious. You're always save with me. From the deepest of my heart 'thank you so much for all you've done to me'. Mom, heaven knows that i love you. I always pray that God always taking care of you....
Photo taken from: http://johnnyolsen.com/family-and-couple-portraits/
14 March 2014
THANK YOU, IT WOULD BE ENOUGH
I'm so blessed having a grand journey with an amazing people. Some of them were so unpredictable, the rest were so kind. Some of them are so unlikely, the most are so lovely. There is a word to describe its, most are indescribable. World as it is. Unfair enough, but this is it. Unfair is part of the universe, people. That's why "welcome to the real world" is so familiar quote ever. There are much unfair things around, depending on us. People come and go. Some stayed for seconds, others staying for life. Some came for minutes, others come forever. When people love us just saying thanks for the love. When people hate us, let them. We can't be able to force others always like us. We couldn't be able to make others love us for life. They have own choices. We have it, either. But the most important thing for me is whatever people treated me, i won't treat that way to others.
Thank you for being a very good people for me. I'm so blessed having a grand journey with an amazing people as you are....
Picture taken from: www.bigstock.com
02 March 2014
SELAMAT JALAN
Kalimat sederhana yang saya ucapkan ternyata punya impact yang cukup besar padanya. Ketika dia melihat omanya menangis, cika menghampiri dan duduk disebelah omanya sambil berkata: "oma jangan sedih, oma jangan nangis. Kan sekarang opa sudah dirumah Tuhan Yesus. Cika aja gak nangis". Setelah pemakaman setiap kali melihat omanya duduk sendiri sedih dia selalu menghibur omanya dengan kalimat yang sama. Hari ini saya menemukan kalimat yang sama distatus BBMnya: "Opa sudah dirumah Tuhan Yesus". Tanamkanlah nilai-nilai ilahi & kebenaran maka generasi ini akan tumbuh menjadi generasi yang luar biasa. Generasi yang memiliki pola pikir yang baik.
Kematian bukan sesuatu yang perlu ditangisi secara berlebihan. Agama, kitab suci & iman saya mengajarkan bahwa kematian merupakan langkah awal memasuki kehidupan yang berikutnya. Kehidupan yang kekal. Bahwa kita sedang kembali kepada rumah yang sesungguhnya. Kematian itu buat saya hanya perpisahan antara dua dunia yang tidak bisa tertembus. Kematian itu buat saya merupakan berakhirnya perjalanan kehidupan fisik kita & bermulanya kehidupan kekal manusia. Menangis itu hal yang wajar selama kita masih manusia biasa. Namun menangisinya terus menerus itu yang tidak wajar. Saya percaya dengan kehidupan setelah kematian. Saya percaya bahwa Tuhan itu ada. Saya percaya bahwa perpisahan ini hanya bersifat sementara.
27 Februari 2014, jam: 05.10 WIB ayah saya telah dimuliakan Tuhan. Ayah saya telah kembali kerumah yang sesungguhnya. Ayah saya telah menempati kekekalannya. Untuk kita yang masih hidup, mari kita teruskan & lanjutkan hidup ini. Pertandingan yang harus kita selesaikan masih sangat panjang.
"Selamat jalan kapten... Selamat menikmati kehidupan yang sesungguhnya. Tugas kapten sudah selesai. Selamat memasuki kehidupan yang kekal. Terima kasih telah menjadi ayah juara & terbaik sedunia. Kap, pasukan telah membawa kapten ke tempat peristirahatan terakhir dengan upacara militer".
Thank you for being a very good father to me. As you did, i will doing the best for taking care of our family well. Dad, you're a very good person, everyone tell me so.
Welcome HOME dad :)
Welcome HOME dad :)
02 February 2014
KEEP MOVING ON PURPOSE
We were created on purpose for a purpose. Each of us has a own destiny. There is a thirst and hunger in our heart that is real. Pay attention, people, to it. Be careful what you wish, what you think and what your respond. Many times, if we put wrong of them, they become our destroyer. The world is waiting for us to wake up to the person we are called 'to be'. This is the time to stop listening to the negative inner conversation that's causing us to play small. Just stay focus our mind on positive thoughts, possibilities and solutions that can move us forward. Tap into our creativity and determination and stay busy. Stay focused.
Life is in our side. The challenges that we are facing now are the only a test. If there is no test, there is no testimony. Keep moving. Cry if we must, but keep moving after it. Pray if everything depends upon God and work as if everything depends upon 'we' and 'us'. Keep moving. We were born to be happy, healthy and prosperous. There is a power in us that can't be denied. Get up people and keep moving.
Have a very wonderful weekend everyone. Let's we share our spirit, joyness and happiness to others.
Subscribe to:
Posts (Atom)





.jpg)



