08 June 2012

TENTANG KITA

Kehilangan itu sesuatu yang tidak menyenangkan. Ada perasaan bersalah, sedih, menyesal dan sedikit penghianatan. Awalnya saya tidak merasa kehilangannya. Namun hari ini kesadaraan itu tiba-tiba muncul " dia sudah pergi". Rasanya sulit mencegah air mata jatuh dan sebongkah hati yang kecewa selalu menuntut penjelasan versi saya.

Pilihan, balik lagi kesana. Dia memilih pergi, memilih jalan hidupnya dan bahagia disana. Saya tidak diijinkan lagi untuk masuk dan mengobrak-abrik pendiriannya. Sekarang hanya berteman biasa, tidak ada kata belahan jiwa lagi. Hanya teman. Kedengarannya kok sadis sekali ya. Menyerah! Saya menyerah. Maaf tidak bisa berbuat apa-apa.

Sore itu, seseorang menanyakan kabarnya. Dan saya menggeleng sedih. Menyadari bahwa tidak ada jawaban yang keluar dari mulut saya. Benar-benar menyedihkan. Sudah sampai setidaktahu begitu saya masih saja tetap membelanya. Menyederhanakan kata-kata tudingan padanya dengan serentetan kalimat yang diawali dengan "mungkin saja".

Sudah terlalu jauh dia melangkah, sulit rasanya untuk memanggilnya kembali. Dia telah terbiasa dengan hidup yang sekarang. Dia telah terbiasa dengan jalan pikiran yang sekarang. Dia telah terbiasa dengan dunia yang sekarang. Tidak mudah, bahkan sekalipun saya berteriak memanggilnya untuk kembali, suara saya hanya tertelan oleh jarak.

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya, karena dulu impian dan masa depan begitu nyata. Semua ketidakpastian dan kemustahilan, jadi cambuk untuk diwujudkan. Ketika banyak mata menyipit, bibir mencibir dan kepala menggeleng justru itu menjadi sarana ajaib pengumpul tekad, membuktikan bahwa mereka salah dan kita cukup mampu membuktikannya.

Well, this is it! Inilah kehidupan. Nyata! Tidak bisa ditebak, naik-turun-menukik-mendaki, tidak ada yang tahu. Sadar atau tidak, jarak dan waktu berperan penting akan rasa itu. Rasa yang ada sekarang hanya sebuah kamuflase dari kehilangan dan ketidaknyaman yang telah ada sejak lama. Kita saja yang mengingkarinya, selalu.

Siapa sangka ternyata sekarang kita berbeda. Menjalani kehidupan yang sama dengan cara berbeda. Menjalani kehidupan yang sama dengan jalan berbeda. Menjalani kehidupan yang sama dengan pandangan yang berbeda. Menjalani kehidupan yang sama dengan rasa yang berbeda. Dan Inilah kita yang sekarang. Kita yang telah meninggalkan begitu banyak cerita "tentang kita".

Rasanya ini waktu yang tepat, memberanikan diri, mengucapkan selamat berpisah. Ini harus! Setelah ini kita bisa meneruskan perjalanan yang telah kita mulai dari titik kita berpisah.

0 comments: