02 March 2014

SELAMAT JALAN


Pagi itu ketika ayah saya melepaskan nafas terakhirnya. Saya memutuskan untuk pulang kerumah & mempersiapkan segala sesuatunya. Cika, keponakan saya yang baru berusia 5 tahun merengek ingin ikut dengan saya. Dalam perjalanan ke mobil saya bicara dengannya sebagaimana orang dewasa berbicara. Menjelaskan padanya bahwa opanya sudah berada di surga saat ini. Opanya telah pulang kerumah yang sesungguhnya. Setibanya dimobil penjelasan ini terus mengalir. Saya ingin memastikan bahwa ia mengerti bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan. Bahwa kematian adalah awal dari kehidupan bagi setiap orang yang percaya pada Yesus. Agama & kitab suci serta iman saya mengajarkan hal ini. Saya ingin menanamkan pemahaman yang baik tentang kematian untuk cika. Saya ingin dia tidak bersedih karena tidak bisa lagi menemukan opa nantinya. Saya katakan padanya bahwa saat ini sang opa telah berada dirumah Tuhan Yesus & sudah senang disana. Suatu hari nanti kita semua akan berkumpul kembali. Jadi tidak perlu bersedih, tidak perlu menangis. 

Kalimat sederhana yang saya ucapkan ternyata punya impact yang cukup besar padanya. Ketika dia melihat omanya menangis, cika menghampiri dan duduk disebelah omanya sambil berkata: "oma jangan sedih, oma jangan nangis. Kan sekarang opa sudah dirumah Tuhan Yesus. Cika aja gak nangis". Setelah pemakaman setiap kali melihat omanya duduk sendiri sedih dia selalu menghibur omanya dengan kalimat yang sama. Hari ini saya menemukan kalimat yang sama distatus BBMnya: "Opa sudah dirumah Tuhan Yesus". Tanamkanlah nilai-nilai ilahi & kebenaran maka generasi ini akan tumbuh menjadi generasi yang luar biasa. Generasi yang memiliki pola pikir yang baik.

Kematian bukan sesuatu yang perlu ditangisi secara berlebihan. Agama, kitab suci & iman saya mengajarkan bahwa kematian merupakan langkah awal memasuki kehidupan yang berikutnya. Kehidupan yang kekal. Bahwa kita sedang kembali kepada rumah yang sesungguhnya. Kematian itu buat saya hanya perpisahan antara dua dunia yang tidak bisa tertembus. Kematian itu buat saya merupakan berakhirnya perjalanan kehidupan fisik kita & bermulanya kehidupan kekal manusia. Menangis itu hal yang wajar selama kita masih manusia biasa. Namun menangisinya terus menerus itu yang tidak wajar. Saya percaya dengan kehidupan setelah kematian. Saya percaya bahwa Tuhan itu ada. Saya percaya bahwa perpisahan ini hanya bersifat sementara.

27 Februari 2014, jam: 05.10 WIB ayah saya telah dimuliakan Tuhan. Ayah saya telah kembali kerumah yang sesungguhnya. Ayah saya telah menempati kekekalannya. Untuk kita yang masih hidup, mari kita teruskan & lanjutkan hidup ini. Pertandingan yang harus kita selesaikan masih sangat panjang. 

"Selamat jalan kapten... Selamat menikmati kehidupan yang sesungguhnya. Tugas kapten sudah selesai. Selamat memasuki kehidupan yang kekal. Terima kasih telah menjadi ayah juara & terbaik sedunia. Kap, pasukan telah membawa kapten ke tempat peristirahatan terakhir dengan upacara militer".

Thank you for being a very good father to me. As you did, i will doing the best for taking care of our family well. Dad, you're a very good person, everyone tell me so.
 Welcome HOME dad :)

0 comments: