09 February 2009

TANJUNGPINANG

Kota ini dikelilingi oleh lautan dan pantai yang indah, memiliki sunset cantik dikala senja dan bersahabat dengan matahari ketika petang menjelang. Namun diwaktu malam menawarkan angin yang lumayan kencang bertiup. Kota tempat lahirnya gurindam duabelas yang sempat membuat saya susah tidur untuk menghafalkan 12 syair penuh makna. Hei, syairnya memang 12 teman tapi dari yang dua belas itu mengandung begitu banyak bait dan baris yang harus dihafal. Sanggup? Coba saja. Saya pernah sempat ‘mabok’ untuk menghafalkannya dimasa sekolah dulu.

clip_image002 Sunset

Ada dua jalan masuk menuju kota ini, laut dan udara. Saya lebih senang membahas laut. Bukan karena saya selalu terpesona dengan keindahannya. Namun karena masuk ke kota ini melalui laut telah ada sejak dulu. Bandara di kota ini baru saja ramai kembali setelah kota ini menjadi provinsi nomor sekian di Indonesia. Ferry, kami menyebut salah satu alat transportasi untuk bisa sampai ke kota ini. Bisa dari Batam atau Singapura dan Malaysia. Berjarak hanya sekitar 1 jam dari Batam, 2,5 jam dari Singapura dan Malaysia. Menjadikan kota ini alternatif bagi wisatawan untuk berlibur.

Tidak hanya wisman Singapura dan Malaysia banyak juga lho wisman Amerika dan Eropa mampir ke kota yang luasnya hampir sama dengan Singapura. Banyaknya obyek wisata ditawarkan oleh Pemda setempat yang akhirnya membuat kota ini selalu ramai mulai jumat malam sampai minggu sore atau ketika hari-hari libur lainnya. Kebanyakan wisman memilih untuk langsung menginap di obyek wisata yang ditawarkan. Sering juga mampir dulu ke pusat kota Tanjungpinang untuk nantinya melanjutkan perjalanan ke obyek wisata dengan menggunakan fasilitas yang tersedia.

Ketika ferry masih dilaut pun kita sudah bisa menikmati keindahan water front kota ini. Tembok batu yang dihiasi dengan tempat duduk. Silahkan jika ingin bersantai disana menanti senja turun. Sambil mengarahkan mata pada tugu yang melambangkan kekayaan kota ini yang diatasnya –sayang- sekarang kosong. Dulu pernah ada patung Raja Ali Haji Fisabillilah dan beberapa prajuritnya berdiri tegak menghunus pedang. Indah. Namun keindahan itu telah tergantikan oleh perdebatan tokoh dan masyarakat setempat. Akhirnya patung itu harus diganti dengan yang lebih mencitrakan kota ini.

Walaupun kerajaan Raja Fisabillilah dulunya terletak di pulau penyengat tapi satu yang mereka lupakan bahwa pulau penyengat merupakan bagian dari kota ini. Selain itu Raja Fisabillilah adalah satu-satunya raja yang berasal dari melayu Tanjungpinang. Mau tau jarak antara kota ini dan pulau penyengat? Hanya 15 menit naik perahu motor. Hari-hari tertentu bahkan mesjid yang terbuat dari campuran semen dan putih telur di pulau penyengat terlihat begitu indah dari kota ini. Jadi wajar rasanya jika patung raja Fisabillilah kembali bersemayam di atas tugu itu.

clip_image004 Patung Raja Ali Haji Fisabillilah

Ketika malam datang, deretan lampu jalan, rumah penduduk dan gedung perkantoran seakan berlomba memberikan sinar terbaiknya untuk mengucapkan selamat datang. Water front yang dibangun untuk menahan gelombang ferry datang dan pergi di perindah dengan pujasera dan taman bermain anak anak. Sementara para orang tua bisa memilih duduk santai di jejeran taman kecil yang dihiasi pepohonan dan bangku batu yang sangat nyaman sambil menyantap jajanan tentunya. Bahkan rasa penat setelah seharian bekerja pun hilang dengan suasana seperti itu.

Jika perut protes minta diisi silahkan ke OceanCorner, menikmati berbagai hidangan khas Indonesia, tinggal pilih sesuai selera saja. Ada sate ayam, pekmpek Palembang *rahasia ya penjualnya orang padang*, ikan bakar *ini sih menu andalan kota ini*, nasi goreng dan sodara sodaranya ityu, nasi dagang, bingung? Nasi uduk teman, dan beraneka minuman mulai dari kaleng sampe ice juice *harap dibaca I ce ju i ce dengan logat sunda kental* haits cari perkara. Harganya terjangkau. Ya standar kota ini tapi jangan coba membandingkan dengan harga makanan Jakarta. Bisa protes gak rela.

clip_image006 Suasana malam di OceanCorner

Ferry tiba di dermaga Pelabuhan Sri Bintan Pura, diatas lotengnya terdapat tulisan Selamat Datang ‘Welcome’ dan Selamat Jalan ‘Have a nice trip’. Jadi kita pilih Selamat datang saja disesuaikan dengan kondisi gityu lho. Turun dari ferry bukan saja disambut oleh para potter tapi angin kota ini siap memberikan kesegaran setelah selama beberapa jam hanya duduk diam dalam ferry. Sepanjang perjalanan menuju ke luar pelabuhan banyak sopir taxi yang pasti akan menawarkan jasa mengantar. Jangan kuatir di kota ini sopir taxi masih punya hati nurani. Tarif mereka sekitar Rp. 10,000-25,000. 

Tidak hanya pemandangan water front yang indah. Namun kota ini pun menawarkan tempat-tempat hiburan yang menyenangkan. Suasana pantai, olahraga air dan makanan. Jika datang ke kota ini makan di Potong Lembu menjadi keharusan. Belum ke Tanjungpinang kalau belum makan di Potong Lembu. Jangan tanya kenapa dinamakan seperti itu, sejak dulu pun saya selalu bertanya. Sayang belum ketemu jawabannya. Hanya selentingan saja terdengar, belum cukup rasanya dijadikan kepastian awal mula cerita tempat ini. Kata orang, dulu daerah ini dijadikan tempat penjagalan lembu.

Banyak sekali hotel murah disini. Tapi jika ingin memilih hotel yang lumayan bagus saran saya menginap saja di hotel Kaputra atau Laguna. Jika kamu penggemar travelling dengan budget murah, hotel Sanno dan Jojo bisa dijadikan alternatif. Walaupun bertarif murah tetap aman dan nyaman. Letak hotel yang dekat dengan pusat kota membuat kita lebih leluasa berjalan kaki menjelajahinya. Gak perlu naik angkot gitu? Gak usah deket kok. Kota ini sangat kecil bahkan jika dikelilingi pun hanya menghabiskan waktu 1 jam, semua telah terjelajahi.

clip_image008 Aktivitas siang hari Tanjungpinang

Wah ternyata matahari telah sampai diatas kepala. Lihat jam, ternyata sudah waktunya makan siang. Pantas saja perut sudah bernyanyi sumbang. Yuk, kita cari tempat makan yang enak, bersih dan murah. Hmmm, Kedai kopi Segar sepertinya cocok untuk memanjakan lidah siang ini. Masakan Indonesia asli berbumbu, soto dan es gunung. Hah, es gunung hanya ada disini. Isinya mirip es campur ditambah dengan kacang merah dan beberapa bahan yang saya tidak tahu namanya. Segar. Masih kurang bisa pesan juice buah yang diatasnya ditambahkan ice cream. Enaknya.

Atau ingin menu lain ada ayam bakar madu, bakso solo yang enak banget atau kita kuliner ke Gerai yuk. Disana ada sayur asam, ikan bakar, ayam bakar bumbu rujak atau bumbu kecap. Sambalnya paling enak sejagat. Itu aja? Gak dong. Kamu suka Chinese food? Banyak. Oya ada mie miskin. Enak lho cuma ada di kota ini. Atau ketoprak. Eit, tunggu dulu, ketopraknya beda dengan ketoprak Jakarta. Kuah kacangnya enak banget. Saya biasa memanggil penjual ketoprak itu dengan sebutan pakde. Jika ingin mencoba tantangan baru kita ke Jl. Basuki Rahmat. Disana ada restoran masakan melayu. Makanan yang tersedia semua melayu sekale.

Bosan pelesir di dalam kota. Teruskan saja perjalanan ke tempat-tempat indah lainnya. Lagoi namanya. Kawasan resort yang sangat luas ini dikelola oleh perusahaan lokal yang diinvestori oleh perusahaan asing kebanyakan dari Singapura. Sumber dana dan daya manusia lokal belum mampu untuk mengembangkan dan mengelola kawasan resort seperti Lagoi. Selain wilayah yang terbilang luas. Juga banyak pulau-pulau kecil berjarak beberapa kilo dari pantai yang bisa diberdayakan. Membutuhkan dana yang sangat besar. Lebih baik serahkan saja pada investor, mereka lebih berpengalaman.

clip_image010 Pasir putih ini menjadi favorit saya

Alam menganugerahi Lagoi dengan pantai yang sangat indah. Pasir putih terbentang sejauh mata memandang. Pohon-pohon bakau terawat dengan baik. Ditambah lagi pepohonan kelapa yang menambah kesejukan mata melihat kehijauannya. Dipermanis pula oleh bebatuan pantai yang telah ada sejak saya kecil. Batu-batu alam ini favorit saya. Senang rasanya bisa memanjat dan berada diatasnya sambil berteriak sekeras-kerasnya, sesuka hati. Atau tertawa ketika melihat anak-anak kecil berusaha menaikinya. Mengingatkan akan masa kecil saya.

Kurang lengkap rasanya jika tidak menginap di kawasan resort ini. Lihat ada beberapa resort yang bisa dijadikan alternatif menginap. Tarifnya lumayan mahal karena mata uang Rp tidak berlaku di sini, sssttt hanya USD dan Sin$ saja yang tercantum disetiap daftar harga. Jika Rp yang kamu bawa siap-siap nangis bombai untuk dikonversi kedalam 2 mata uang tersebut. Jangan heran walaupun Lagoi termasuk wilayah Indonesia tapi mata uang yang beredar di Lagoi memang mata uang asing. Wajar toch kawasan ini juga dibangun bukan untuk wisatawan lokal. Sasaran mereka adalah wisatawan asing.

clip_image012 clip_image014

clip_image016 clip_image018 clip_image020pemandangan indah dari beberapa resort

Menyenangkan bukan. Duduk di tepi kolam kecil menyambut senja yang sebentar lagi akan turun. Cepatlah tidur malam ini karena besok olahraga air telah menanti kehadiranmu, teman. Banana Boat, Snorkling, Canoe, Selancar, Diving, atau hanya berkeliling naik boat. Mulai dari 15 menit – sesuka hati saja. Jangan lupa siapkan USD atau Sin$ sebagai alat transaksi. Saya sudah bilang belum jika Rp harus rela dikonversi ke dalam 2 mata uang asing tersebut. Jangan heran lagi dong ini sudah aturan mainnya. Nikmati saja keindahan dan kenyamanan yang ditawarkan.

clip_image022 clip_image024 clip_image026 clip_image028

Lelah berolahraga air seharian ini. Tuh ada tempat untuk bersantai. Silahkan lapor pada petugas jaga maka salah satu dari bangku itu bisa menjadi tempat kita beristirahat. Jangan lupa pesanlah minuman kesukaanmu, teman, sekalian cemilannya. Berbaringlah, lupakan semua rutinitas. Ketika pelayan datang membawakan pesananmu, silahkan dinikmati. Kalau sudah begini baru terpikir bahwa hidup itu indah. Rasanya tidak ingin kembali ke kantor bukan? Hembusan angin sepoi-sepoi diwaktu sore, memandang langit biru dan riak-riak kecil dipantai membuat mata pastilah tidak bersahabat.

clip_image030

Tidurlah teman, jangan khawatir para penjaga pantai akan membangunkan jika malam mulai turun. Bermimpilah. Mimpikan suatu hari nanti akan kembali lagi ke tempat ini. Tentunya bersama keluarga dan orang tercinta. Semoga kita bersilangan jalan di pantai ini tahun depan. Siapa tahu saya akan mengenalimu lebih dulu. Untuk kamu yang masih merencanakan perjalanan akhir tahun bisa lho jadikan tempat ini sebagai alternatif.

Indah bukan kota ini. Jika ada yang bertanya tempat seindah ini ada dimana sebut saja Tanjungpinang, Pulau Bintan. Melayu bahasanya. Penduduk lokal menyebutnya kota gurindam. Karena gurindam 12 lahir disini. Kecil kotanya namun telah menjadi tempat tujuan wisata bagi turis asing. Ssssttt, inilah kota kelahiran saya. Jangan lupa namanya Tanjungpinang.

Ket: Beberapa foto diambil dari internet

0 comments: